oleh

Ada Kebijakan Baru untuk Dana BOS 2019

LENTERA Pendidikan — Kepala bidang dasar (Kabidas) Dinas Pendidikan Kota Ternate, Azis Tukuboya membocorkan soal Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2019 ini, akan terjadi perubahan dan kebijakan baru.

Menurut Aziz saat dikonfirmasi Reporter Lentera Online di ruang kerjanya, pada Senin 21 Januari 2019, mengatakan dalam hal ini dibagi menjadi tiga kebijakan, karena selama ini hanya BOS reguler dan semua sekolah punya hak untuk memdapatkan kecuali sekolah-sekolah yang menolak mungkin karena anggarannya besar.

BACA JUGA Kapolres Ternate Jadi Irup di SMK 2 Kota Ternate

Langjut Asiz, misalnya di Jakarta karena Sekolah punya anggarannya besar, juga seperti yang ada di kalimatan utara pendapatan asli daerah (PAD) sangat besar sehingga pemerintah daerah mau membiayai operasional sekolah, “maka tidak mebutuhkan operasional dari pemerintah pusat kalau seperti itu mungkin daerah-daerah yang mampu,” katanya.

Azis juga menjelaskan, Kebijakan BOS 2019 ini ada tiga jenis dana BOS yaitu BOS reguler, BOS afermasih yang diperuntukan daerah tertinggal,Terluar dan Terdepan (3T) dan ada juga BOS prestasi atau BOS yang diberikan ke pada sekolah-sekolah yang punya prestasi dan punya usaha mengelolah sekolahnya.

Jadi sekolah-sekolah yang bagus dalam penilaian, yang salah satu penilainnya yakni Raport penjamin Mutu Pendidikan (PMP), akreditasi pengelolaa sekolahnya juga akan dinilai oleh Tim Pusat ke setiap daerah kabupaten/kota, “selain itu punya peluang sepuluh persen dari jumlah sekolah yang ada di daerahnya dan punya peluang untuk mendapatkan BOS prestasi tersebut,” urainya.

Menurutnya hal ini, merupakan kebijakan-kebijakan baru terkait dengan Dana BOS tahun 2019, yang sementara ini draf juknisnya dalam proses keabsahan Kementrian Hukum dan Ham.

“Kalau sudah di Biro Hukum di Kementerian dan sudah di paraf kepala biro tinggal serahkan dan ditandatangani dan disahkan baru bisa di publikasikan” kata Azis

Tambahnya, untuk itu dalam waktu dekat seluruh kabupaten Kota di Indonesia dan tim management BOS di undang untuk mengikuti sosialisasi yang biasanya dilaksanakan di rayon Makassar, Surabaya atau di Jakarta.

“Dengan harapan agar hal ini bisa di lakukan sosialisasi kemasing-masing dinas dan dinas sosialisasi ke kepala sekolah (Kepsek) di selurah kabupaten/kota agar para kepsek mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak bole dilakukan dengan penggunaan dana BOS,” Tutup Azis Tukuboya.

Rep: Hana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News