oleh

Kegiatan Pengabdian, Unkhair Gelar Baksos dan Penghijauan

LENTERA.CO.ID – Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, melalui Kelompok Kajian Vegitas (KKV), Program Studi Ilmu Biologi melaksanakan kegiatan pengabdian terhadap masyarakat dengan dengan bakti Sosial dan penghijauan

Kegiatan mahasiswa dalam rangka pengabdian terhadap masyarakat dengan menanam 60 pohon Capilong di Benteng Kastela dan pantai kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara pada Senin 4 April 2019,

Amatan reporter lentera Online, selain penhijauan, kegiatan ini di lakukan untuk mengenang meninggalnya sultan Khairun di Benteng Kastela.

Dekan fakultas Ilmu Pendidikan Biologi (FKIP) Unkhair Dr. A.R. Tolangara, S.Pd, Msi menjelaskan bahwa, karena Universitas Khairun di mana kami ketahui bahwa beliau adalah Sultan Ternate yang pernah di bunuh oleh portugis di benteng kastela maka tidak ada salahnya kami dari unkhair melaksanakan bakti social di benteng tersebut.

“Sambil mengenang kematian beliau sekaligus penanaman pohon di pantai kastela dengan niat penghijauan agar mengurangi dampak lingkungan berupa abrasi di pantai,” katanya

Lanjutannya, pohon yang di tanam sekitar 60 pohon, dengan jenis pohon Kebeng atau di kenal dengan Capilong atau pohon perdamaian,

“Bibitnya diambil di luar Ternate lalu dibudidaya di FKIP, Unkhair Ternate di Akehuda selama 2 tahun baru kami lakukan penghijauan,” ujarnya.

Olehnya, ini merupakan penghijauan yang pertama dari 45 mahasiswa dari berbagai angkatan yaitu, angkatan 2014, 2015, 2016, dan 2017.

“Ada banyak mahasiswa tetapi kebetulan masih sementara libur jadi sebagian besar mereka pulang kampung,” tutur dia.

Selain itu, Dekan Biologi Unkhair ini mengatakan,pihaknya berencana melakukan penghijauan di kampus dan Kayumerah, termasuk Kelurahan Kalumata juga karena di dua kelurahan itu terdapat daerah yang banyak galian C sehingga membuat tanahnya agak gersang. Untuk itu, direncanakan penghijauan pada Maret dan April mendatang.

“Kepada masyarakat agar pohon yang kami tanam pada hari ini agar mereka mampu menjaga, melindungi, sehigga tidak dirusak oleh hewan maupun masyarakat itu sendiri. Dengan penghijauan ini masyarakat juga turut terlibat melakukan upaya penyelamatan lingkungan terutama pantai agar terhindar dari abrasi,” tuturnya.

Ia berharap kepada mahasiswa agar merasa bahwa pentingnya melestarikan lingkungan. Perlu ada upaya penyelamatan lingkungan agar tetap lestari, terhindar dari abrasi, terutama di pesisir pantai.

Lanjut dia menyatakan, mahasiswa harus taat dan sayang lingkungan agar tetap terpelihara . Kedua konservasi tumbuhan ini karena lama kelamaan tumbuhan di Pantai Kastela, akan di ambil masyarakat karena biji capilong atau nyamplung sekarang sudah bisa menghasilkan uang. “Oleh sebab itu kami, berusaha dengan mengkonservas ini agar pohon capilong bisa menjadi tanaman yang dikonservasi oleh kita sendiri dan mahasiswa,” tutupnya.

Rep/Red: Hana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *