oleh

Sekitar 560 Mahasiswa UMMU akan Diwisudakan, ini Penjelasan Kepala BAAK Universitas

LENTERA.CO.ID –Universitsa Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate di 2019 akan melaksanakan Wisuda dua tahap, yakni pada April dan Oktober mendatang. Untuk tahap pertama, di rencanakan pada 6 April di Hotel Grand Dafam Bela Ternate. Itu sebabnya, telah dibuka pendaftaran wisudah pada bulan Januari sampai batas pendaftaran pada 8 Maret 2019 dengan kuota wisudah di prediksi sekitar 560 orang peserta wisuda. Hal ini disampaikan langsung oleh kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UMMU, Santoso Priyadi kepada reporter lentera Online di ruang kerjannya, Senin, 3 Februari 2019 kemarin.

Santoso menjelaskan bahwa, biayah pendaftaran wisudah ditransfer melalui bank sebesar Rp 3.000.000.

“Penomoran ijazah dikirim langsung dari pusat. Jika tidak ada nomor pinnya, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak bisa mengikuti wisudah, sekalipun sudah selesai. Karena mereka akan mengunakan nomor pin yang dikeluarkan oleh Dikti, kemudian diklarifikasi oleh Kementerian Dikti untuk menetukan apakah bisa lulus atau tidak.

Olehnya, Santoso mengigatkan kembali kepada mahasiswa peserta wisuda agar segera mengecek data di pangkalan data secepat mungkin jika ingin diwisudakan karena banyak data yang tidak sesuai dan salah. “Misalny nama, identitas, jumlah SK yang sudah selesai itu banyak yang tidak sama dengan pangkalan data. Dan jika tidak diperbaiki, maka sulit untuk wisuda,” terangnya.

Ia menjelaskan, dari Januari sampai Maret, penomoran PIN sudah mulai diproses dari mahasiswa yang akan di usung. Persyaratan berkas pendaftaran wisudah seperti tahun sebelumnya tidak ada yang berubah, namun ada penambahan satu agenda yaitu yudisium tingkat universitas yang biasanya tidak menghadirkan orang tua. Tapi kali ini orang tua juga harus hadir pada saat pelaksanaan Yudisium di Kampus UMMU,” tutur Santoso

Berkait itu, bagi mahasiswa peserta wisuda yang berprestasi akan diberikan penghargaan, bahwa bila yang bersangkutan ingin jadi dosen, maka akan dipertimbangkan. Jika tidak, dari pihak kampus juga tak akan memaksa. “Kami hanya memberikan pilihan,” kata dia.

“Mahasiswa dengan lulusan terbaik biasanya sudah diminta oleh perguruan tinggi lain untuk mengajar”.

Rep/Red: Hana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News