oleh

Salurkan PIP, Anggota DPR RI Irine: Pendidikan adalah Inti Kita Membangun dan Menaruh Kepercayaan Masa Depan ke Generasi

LENTERA PENDIDIKAN – Sisten pendataan nasional terpadu dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjukkan Program Indonesia Pintar (PIP) di Maluku Utara (Malut) masih dibawah ambang batas yang telah ditentukan.

BACA JUGA Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Anggota DPR RI ini Salurkan Beasiswa PIP dan Fasilitas Komputer

Presentasi diagram Dapodik PIP Maluku Utara menunjukkan warna merah, artinya siswa yang belum mendapatkan PIP di Maluku Utara belum melewati angka 6.000 siswa di setiap tingkatannya, baik di Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini disampaikan oleh anggota DPR RI Komisi X Irine Yusiana Roba Putri kepada media ini, Selasa, 19 Februari 2019.

“Saya ingin mengajak semua orang untuk berpartisipasi supaya saya bisa menyuarakan, kira-kira apa yang kita lakukan bisa mengsuport paling tidak setengah dari siswa anak-anak kita memperoleh PIP karena itu sangat penting”, katanya

Berkait itu, Anggota DPR RI Dapil Maluku Utara ini akan mengunjungi lima sekolah yang siswanya mendapatkan Beasiswa PIP, diantarannya:
1. SD Negeri 54 Kota Ternate, 114 siswa
2. SMP Negeri 5 Kota Ternate, 95 siswa
3. SMK Negeri 3 Kota Ternate, 71 siswa
4. SMP Negeri 2 Kota Ternate, 70 siswa
5. SMK Negeri 2 Kota Ternate, 149 siswa

“Jadi ini membantu mereka dalam kegiatan belajar anak-anak, mulai dari membeli beli tas baru, buku baru dan lain-lain,” ujarnya. Selain 5 sekolah itu, putri mantan Bupati Halbar, Namto Hui Roba ini akan membagikan PIP ke beberapa sekolah lainnya.

Ia mengakui bahwa dirinya bekerja sama dengan Kepala Sekolah (Kepsek) dan Dinas setempat, agar data yang di masukan dari Dinas tidak bertabrakan dengan jalur aspirasi darinya. Anggota DPR komisi X ini juga berkordinasi dengan semua Dinas Kabupaten/Kota agar tidak bertabrakan dengan data provinsi yang menengani Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekilah Menengah Atas (SMA).

“Memang dinas ada kuota tersendiri, saya juga punya jalur kuota sendiri,” katanya.

Dia berharap, PIP yang telah direncanakan Pemerintah ini, anak-anak Malut mampu menyaingi atau bahkan melebihi anak-anak sekolah di provinsi lain.

“Pendidikan adalah inti dari kita membangun dan menaruh kepercayaan masa depan kepada anak-anak kita. Kalau pendidikannya sudah tidak benar, dipastikan pembangunan karakter sumber daya manusia (SDM) masa depan kita juga sudah tidak tepat. Jadi mulailah dari pendidikan,” tutup Irine.

Rep/Red: Hana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News