oleh

Siswa SMP tak Berijazah SD, Wali Murid Datangi Dinas Pendidikan Sula

PENDIDIKAN.LENTERA.CO.ID – Sejumlah wali murid SD Negeri di Desa Wai Gai, Kecamatan Sulabesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan untuk mempertanyakan ijazah siswa yang diberikan oleh pihak sekolah pada 2018.

Hal tersebut di sebabkan karena antara kepalah Sokalah SD lama, Ikram Soamole dengan Kepala Sekolah yang baru Mubin Upara saling lepas tanggung jawab.

Sahdan Leko (wali murid) saat di wawancarai media ini Rabu, 19 Juni 2019 mengatakan, pihaknya datang ke dinas ini, berdasarkan perintah Kepsek Ikram Soamole untuk mengkonfirmasi ke Dinas pendidikan agar dapat mempertemukan dan membuat surat panggilan untuk kedua belah pihak sehingha menyelsaikan persoalan itu. “Karna anak-anak yang sudah memasuki bangku kelas 2 SMP sampai sekarang belum juga mendapatkan iijazah yang sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Sementara Sahdan (wali murid) dengan raut wajah penuh harap agar pihak dinas maupun kepala sekolah harus menyelesaikan masalah ini karna menyangkut dengan ijazah sangatlah penting.

Lanjut dia, anak-anak mereka sudah memasuki bangku SMP, dan pihak sekolah terus meminta Ijazah tersebut sebagai bukti kelulusan SD.

Di tempat yang sama, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) seusai malakukan pertemuan deng orang tua wali murid tersubut telah melayangkan surat penggilan kepada mantan kepala sekola dan kepala sekolah aktif Desa Waigai terkait Ijazah kosong SD Negeri Desa Waigai

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepsul, Sahril Umasugi saat di Konfirmasi langsung mengatakan orang tua wali datangi kami tadi untuk buat penyelesaian.

“Kami dari pihak Dinas suda menerima itu. Kami akan buat surat panggilan kepada kedua Kepsek, baik itu mantan Kepsek maupun Kepsek aktif,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya sangat sesali dengan masalah ini hingga anak-anak suda masuk bangku sekolah Kelas II SMP baru kami dapat informasi. “Ini karena kepsek lama dan baru saling lempar tanggung jawab,” sesalnya.

“Harapan kami dari dinas pendidikan dan kebudayaan Kepsul, kalau misalanya selesai ujian sampai mengambil ijazah, kepsek harus bertanggung jawab menyangkut dengan ijazah dan pastikan mereka bisa terima dengan keadaan yang tidak kosong,” tutup Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepsul.

Rep: Irwan/Red: Ajun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *