oleh

Lulusan UMM Siap Jadi Digipreneur

LENTERA PENDIDIKAN — Sekitar 100 mahasiswa teknik informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti program Digital Talent Scholarship 2019 di Aula Teknik Gedung Kuliah Bersama III lantai 6. Kegiatan tak lain untuk menyiapkan lulusan UMM menjadi digipreneur.

Wakil Rektor I UMM, Profesor Syamsul Arifin mengatakan, saat ini perkembangan Informasi dan Teknologi (IT) sangat pesat. Itu artinya membuat segala kebutuhan manusia dapat terpenuhi dengan mudah. “Bahkan berkat kecanggihan IT dapat mengubah gaya hidup dalam suatu masyarakat,” kata Syamsul.

Sebelumnya, peserta telah mendapatkan materi dan juga uji kompetensi selama dua bulan. Syamsul menilai, kegiatan tersebut sangat bagus karena peserta dapat meningkatkan kompetensinya. Mereka juga dapat memperoleh peluang menjadi seorang digital entrepreneur untuk dapat optimis melihat masa depan.

Syamsul memberi contoh nyata di mana gaya hidup masyarakat perkotaan di Indonesia saat ini sudah berubah. Hal ini terlihat keberhasilan seorang Nadiem Makarim yang tidak lain pendiri serta CEO dari Go-Jek. Berkat adanya aplikasi Go-Jek, segala kebutuhan kita dapat terpenuhi dengan sangat mudah.

“Gaya hidup terdahulu sangatlah ownership, di mana kalau tidak naik mobil itu tidak keren. Tapi untuk saat ini yang dicari bukanlah mobil, akan tetapi akses di mana tidak punya akses berarti tidak keren,” ucap Syamsul, melalui pesan resmi yang diterima Republika.co.id.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UMM, Ahmad Mubin menerangkan, UMM dalam kegiatan ini menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta yang dipercaya untuk menyelenggarakan Pelatihan Digital Talent Scholarship 2019. Selain mendapat materi dan juga pengalaman, para peserta juga mendapatkan sertifikat dan juga uang saku dari Kominfo.

Uji kompetensi yang mereka jalani membuat mereka siap bersaing di dunia pekerjaan kekinian. Para peserta yang lulus dalam program beasiswa pelatihan ini, nantinya akan diproyeksikan untuk magang di beberapa perusahaan startup terkemuka. Beberapa di antaranya seperti di Bukalapak, Tokopedia, GOJEK dan perusahaan startup raksasa lain.

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *