oleh

Merasa Dianiaya Senior, 3 Mahasiswa Baru Teknik UMMU Lapor Polisi

LENTERA PENDIDIKAN — 3 Orang mahasiswa baru Fakuktas Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara melarikan diri karena merasa dianiaya oleh senior saat kegiatan pengenalan kampus atau Informasi dan Orientasi Fakultas di lapangan Tembak Kelurahan Takome, Kota Ternate.

Pelaksanaan ospek itu berjalan selama 4 hari terhitung mulai dari Kamis, 19 s/d 23 Septemper 2019.

“Kami bertiga di tampar saat ospek sehingga kami melarikan diri,” terang korban insial SH (19) saat di temui media ini Kamis 19 September 2019 malam

Ospek atau Inforient ini adalah tradisi Fakultas di seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia. Namun karena ada kekerasan, hingga memicu ketiga mahasiswa itu melarikan diri.

Menurut SH, mereka bertiga sudah mengisi formulir sebelum ospek tentang riwayat penyakit di bagian telinga. Namun masih tetap di aniyaya.

Selain itu, IK (23) alamat Kayumerah asal Makeang yang juga selaku korban mengatakan dirinya pun ditampar saat barada dalam tenda bersama temannya, oleh senior Fakultas Tehnik diantaranya senior Tehnik Sipil, Pertambangan dan Informatika.

IK mengakui bahwa ada salah satu temanya juga di aniyaya sampai telinga berdarah, namun tidak sempat melarikan diri dari ospek.

Sementara, IJ (18) alamat kayumerah asal sidangoli selaku mahasiswa baru menambahkan bahwa dirinya juga di aniyaya dengan cara istilah masok terowongan yaitu senior berdiri dan dia bersama teman-temanya masuk di bawah kaki senior bahkan di tampar juga hingga temannya insial SH mengalami bengkak di bagian telinganya dan merasa pusing.

Atas kejadian tersebut, salah satu orang tua korban yang enggan menyebutkan namanya menuturkan bahwa dari pihak keluarga dirinya tidak menerima tindakan yang dilakukan para senior Tehnik terhadap anaknya.

“Kami telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian, sehingga tidak ada lagi kekerasan yang terjadi saat ospek pada mahasiswa baru terutama anak saya,” tandasnya.

Diketahui, korban dengan resmi telah melaporkan ke Mapolres Ternate. Sementara saat dikonfirmasi soal kejadian itu kepada Kapolres Ternate, Azhari Juanda, ia belum komentar pesan singkat yang kami layangkan melalui Whatsapp malam ini terkait laporan yang dimaksud pihak orang tua korban. (MN)

Editor: Ajun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *