oleh

Rocky Gerung Kritik Unkhair Soal DO ; “Takut Pikiran Independen, Kampus Itu Dungu”

LENTERA MALUT – Seminar Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Khairun (Unkhair) yang menghadirkan Rocky Gerung diwarnai dengan aksi bentangkan spanduk dan poster kartun manila oleh sejumlah mahasiswa.

“Saya korban DO sepihak, Cabut SK Rektor,” pekik suara Ikra S Alkatiri salah satu mahasiswa yang kena DO di ikuti sebagian mahasiswa yang beraliansi dalam Solidaritas Perjuangan Demokrasi Kampus (SPDK), Rabu, 8 Januari 2020, di gedung Aula Banau Unkhair kampus I, Kel. Akehuda, Kota Ternate. Sembari membentangkan poster tertulis “Kami Bersama #Arbi #Ikra # Yudi #Fahrul”. Sontak, suasana hampir gaduh. Hingga jelang beberapa menit, bisa terkendali.

Rocky Gerung mengambil poster dari Ikra, salah satu mahasiswa terkena DO (Lentera/Ajun)

Pantauan reporter lentera.co.id, spanduk yang di bentangkan saat seminar bertajuk “Dinamisasi Gerakan Sosial dan Kampus Dalam Pembangunan NKRI” itu tertulis “Rektor UNKHAIR Harus Segera Mencabut Surat Keputusan Drop Out nomor 1860/UN44/KP/2019, dan Mengembalikan Fungsi Kampus Sebagai Ruang untuk Kebebasan Berpendapat dan Berpikir.”

Melihat aksi mahasiswa itu, Rocky Gerung lantas dimintai tanggapan soal kebijakan pihak Universitas yang memberhentikan (drop out/DO) empat mahasiswa Unkhair.

“Kampus tidak boleh DO mahasiswa kerena kelakuannya, satu-satunya alasan mahasiswa di D.O itu karena tidak memenuhi standar akademik kampus, itu saja,” kata Pengamat Politik itu setelah menjelaskan panjang lebar.

Dia bilang, mahasiswa tidak bisa di DO bila melakukan tindakan makar. Itu urusan pengadilan. “Mahasiswa tidak bisa di DO karena melakukan kriminal, ada KUHP nya, kalau buat kriminal bukan di DO tapi di tangkap polisi,” ujar Rocky di atas panggung disambut tawa dan tepuk tangan dari ratusan mahasiswa yang padati ruang itu.

Bagi Rocky, yang harus diadili dalam dunia akademis itu kemampuan berargumentasi, “bukan perilaku, bukan kriminalitas, bukan aliansi politik, itu aja soalnya,” terangnya

Yudi, salah satu mahasiswa yang kena DO membentangkan poster di depan pemateri termasuk Rocky Gerung (Lentera/Ajun)

Dia juga tidak bersepakat dengan kebijakan kampus yang main Drop Out mahasiswanya. “Kampus itu tempat ilmiah, kampus harus memfasilitasi pikiran alterntif, kampus yang takut pikiran independen, kampus itu dungu,” pungkas RG, sapaan akrab Rocky

Disisi lain, saat melihat poster tertulis “Tolak Polisi Masuk Kampus!” RG bilang, dia menyukai aksi itu. “Polisi tidak boleh menekan rektor, biar rektor Independen,” tuturnya.

ratusan mahasiswa yang melihat Rocky Gerung membahas soal DO (Lentera/Ajun)

“Melawan polisi masuk kampus bukan anti polisi. Polisi harus senang dan bangga, karena mahasiswa ingin tertib publik,” lanjutnya.

RG juga sempatkan diri untuk bergabung bersama dengan massa aksi SPDK yang membentangkan spanduk di luar ruang Aula yang menerikan “Tolak DO sepihak,” saat menyambut RG keluar.

Reporter: Darman
Editor: Ajun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *