oleh

Empat Mahasiswa yang Niat Nginap Didepan Rektorat Unkhair Dibubarkan Paksa

LENTERA PENDIDIKAN – Empat mahasiswa yang kena Drop Out (DO) kembali menggelar aksi tanpa pengeras suara, pada Selasa, 28 Januari 2020 di lantai tangga rektorat Universitas Khairun (Unkhair). Mereka membentangkan poster dan meminta agar Surat Keputusan (SK) rektor nomor: 1913/UN44/RT/2019 dicabut. Aksi empat mahasiswa itu berlangsung hingga malam, namun sekira pukul 21.30 WIT dibubarkan oleh pihak kampus.

“Tidak usah bicara, kalian pulang. Lebih baik pulang, pergi pulang. Menganggu saja,” kata salah satu pihak keamanan kampus saat berdebat dengan empat mahasiswa. Mereka dipaksa membubarkan diri. Teman-teman mahasiswa yang datang bersolidaritas turut diintimidasi. Handphone yang digunakan untuk merekam kejadian itu diambil dan seluruh rekaman (video) dihapus.

Baca: Empat Mahasisw Korban DO Akan Bermalam dan Mogok Makan Didepan Rektorat

Menjelang beberapa saat, empat mahasiswa bersama sejumlah mahasiswa yang bersolidaritas membuarkan diri.
Saat dikonfirmasi, Arbi M. Nur, salah satu mahasiswa yang terkena DO menjelaskan dia bersama teman-temannya dibubarkan secara paksa.

Arbi tampak tertidur dilantai tangga menuju ruang rektorat Unkhair. Mereka menunggu agar rektor unkhair bisa menemui mereka untuk membicarakan nasib (Lentera/Ajun)

“Ya, kami dibubarkan oleh pihak kampus malam ini. Katanya kami merepotkan orang-orang atau sekuriti (satpam) yang ada,” kata Arbi kepada reporter media ini saat dikonfirmasi. Dia bilang, padahal mereka ingin menginap di pelataran rektorat hingga besok pagi untuk bertemu rektor.

“Rektor harus menemui kami dan mencabut SK DO,” terang Arbi mendesak.

Aksi empat mahasiswa ini digelar sejak siang tadi. Mereka membentangkan poster, poinnya agar rektor Unkhair SK DO itu dicabut. Sempat cekcok dengan pihak keamanan kampus (satpam) namun bisa diamankan. Keempatnya pun dikabarkan mogok makan sebelum bertemu dengan rektor Unkhair, Husen Alting hingga malam hari.

Baca: Ikut Aksi Papua, Unkhair Drop Out 4 Mahasiswanya

Sebelumnya, empat mahasiswa, yakni di-Drop Out karena ikut aksi peringati deklarasi kemerdekaan bangsa West Papua yang digelar Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) pada, 2 Desember 2019 lalu di depan kampus Universitas Muhammadiyah Maluku Utara.

Aksi waktu itu dibubarkan dan direpresif. 10 orang mahasiswa diantara mereka ditangkap dan diamankan ke Polres Kota Ternate. Nama-nama mereka di kantongi dan diberikan ke pihak Univeristas. Empat orang yang saat ini protes di Unkhair terlibat didalamnya.

Reporter kami coba mengonfirmasi pihak Universitas, Wakil Rektor III, Syawal Abdulajid, melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan Syawal tidak membalas pesan yang kami maksud (Ajn)

Reporter: Darman
Editor: Ajun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *